Minggu, 03 Januari 2010

Filosofi karate

Karate sangat dipengaruhi oleh
Filosofi yang harus di pahami
dan di mengerti oleh para
Sempai (pelatih/instruktur)
maupun Kohai (siswanya). Agar
mereka mencapai DO (jalan
yang sebenarnya). Untuk
mencapai DO maka para
Karateka harus senantiasa
memiliki REI (sikap saling
menghormati) MEIKYO
(berpikir positif), MUGA
(berkosentrasi penuh) USHIN
(melekat pada ajaran),
SHUBAKU (senantiasa berhati
lembut), TAI NO SEN
(senantiasa memiliki inisiatif),
dan KEIKO (rajin).


Apabila filosofi dipraktekan
maka akan lahir para Karateka
yang disiplin, jujur, percaya
diri, sehat dan kuat. Hal ini
amat relevan bagi profil
prajurit yang harus tanggap,
tanggon dan trengginas. Bagi
para Karateka yang telah
menjiwai latihan Karate secara
sungguh-sungguh melalui
latihan yang terus menerus dan
teratur akan menemukan MYO
(rahasia yang tersembunyi)
berupa lahirnya intuisi,
kekuatan fisik dan spiritual
yang terkadang tidak dapat
dicerna dengan akal sehat
seperti mampu memecah benda-
benda keras (SHIWARI),
SINKANG (melompat tinggi)
dan memiliki kekuatan super
sebagaimana yang dialami para
leluhur beladiri Karate.
Benarlah apa yang diucapkan
Gichin Funakoshi bahwa Tuhan
telah menciptakan alam dan
tubuh manusia dengan berbagai
tujuan. Tetapi barang siapa
yang menggunakan kepalan
tangan tanpa tujuan yang mulia
dan perhitungan yang matang
maka ia akan kehilangan harga
dirinya di hadapan Tuhan dan
manusia.


ShoutMix chat widget

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hay